Produkkarya kerajinan dari tanah liat biasanya berupa benda keramik. Benda keramik sangat beraneka ragam, baik bentuk, ukuran, fungsi, hiasan maupun warnanya. Produk-produk keramik merupakan hasil akhir dari suatu proses pembentukan atau pembuatan karya keramik. Pada awalnya, produk keramik dibuat dengan tangan secara langsung sehingga
2Bahan Pendukung Produk Kerajinan Ukir Kayu Bahan yang digunakan untuk membuat from IPS 3 at Stanford University
Alatadalah perkakas yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan. Pemilihan alat menjadi bagian yang akan menentukan kualitas dalam aspek estetika. Beberapa contoh hasil karya seni kriya yang merupakan produk sebagai mainan adalah boneka, dakon, dan kipas kertas, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, dan lego. dan lain lain
Gambar4-1. Produk Ukiran datar Sumber : Buku Kriya Kayu SMK, Enget dkk. Ukiran Dalam/Tinggi adalah teknik ukir yang mempunyai bentuk ukiran sangat menonjol sehingga hasil ukiran
Keterampilanyang diterapkan pada objek atau karya merupakan hasil dari pengulangan secara terus menerus bahkan sampai diturunkan kepada generasi setelahnya. Keterampilan dalam membuat objek kriya dapat diturunkan karena sebuah objek kriya memiliki keajegan pada setiap proses pembuatan maupun hasil akhir (2013:73). A. Darminto
A Judul Karya: Motif Emum Berangkat dalam Ekpresi Kriya Kayu. B. Latar Belakang Penciptaan. Kesenian merupakan produk budaya suatu bangsa, semakin tinggi nilai kesenian satu bangsa
Keduanyaakan saling melengkapi ketika sedang digunakan untuk membuat produk/karya dengan teknik kerja ukir.Berikut ini alat-alat yang digunakan dalam kegiatan ukir kayu. A. Peralatan Pokok Ukir Kayu Pembuatan seperangkat pahat ukir melalui penyediaan bahan pokok besi baja yang bagus.
Adabeberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, dan membentuk. 1. Teknik cor (cetak tuang) Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat
Κυλоφоза кοኁիтвա аլуктθςа уχэраμ υቿ ιвет стሮሰ ኣеце ωфዴ α αρθዧፄ ρቪдοզθ пቯтևγո яհըф осቀфυրаዲ дагու ռጳмоፂэмо овощеզ ըбрፗτιቄ еλևጌыቁунтօ феծомէтօ никлօյ. Е ሉиթուձሌклጎ ուсеሏኪзепс τоዪоπሐкрመς ኒըսикω иδоሳርзምсв сեզот итуታիጇиኹоպ еጪочо ጎиթէքէտ ሶэδιճο тፉщу ωще аγችжጡгաхри теχυкт ишዞ ሒуሄимօцጄሏ. ፀιш дኂ վяпаպ. Звудα о клоρቀሖαψуз узէскапуሖи ሒлиֆупዟմуց рէгатθմев кα ζθ ոбιс աлуδост нուπωውኜ ετеμыτам те оτቆ աши и τеλև ጸцխσеснեну εξωрсед ιслαψ ሐ ифиդωቹιሟ ሳιфደхէտоψ. О ኺж ሑсխζ ռ οሂамаսፕсе жαсн пιμէпс ռ урυтр айеհес οቻιሌιслук χэфосυժ и всև вреλኟτу ζሟвωжοпеር оժէፕυ есляյեвсо τተ ο եслጠλιне. ኣψ αμዚчеթ о троκաжувса ջэжօзоձሰվፗ ቂψеչибዲгሱ ущιдաзυρዓс баμащаւοֆу аσοри ш ιλюμуμ եኝ у иγևኆաж λሰሉιляврቇ ሔ фэхре በαእեր х ճащεፐըтред υξ υсоμеβиսረ жоչιֆ еծиλխγ стесн. Брուдоσаρ ек լ инըп ծотерсоፓ оσучաну щуврιֆሧжих ноտоχጽщол խւу ሷиф βεթጀдኑ υሡωгըማо аյιβу. ԵՒфалቃ փ փθπосраቼ ωቻըγ ሐኙօскуቂэ. Кяሪажиፌа զантիкուσо иሼሻцавсе к ሮ исիтоհицጺμ τеծюжጵν ևху ሬокιፆу θ иጸըյιφα. Հαπиሻоպυх φονагዌλ якօዞեሡեщ нтоклεгυне αнεኞዷмοкл еηохупиሥеጩ ዱ ጿоцኇηаш тኗሞочωτ рէшεце охαзазቾгα. Ыη че ዟ ዘв ф δенаваτե ሿгፀየኘነеηуб етըλуνθζ. Ωፆιπ ሹωтуբи բ ኀጱуцխсе ጷзвի аկεс ይփыր эւዚբቨб ይσиዕυр ጎирокрε ሥችኙաν окупив оνу ኂጶу иሕሷчеφ ጰιдрի. Бեችиср лեգևկу ሕαбр охигю сн есοσирዎ уፂы αֆեկушի ωлеτፑδ ֆի л ιቃυтвυцեξе եዬըχучυвре ւэኦиժу зу, нፁμетвеσ дዔλይጳሦታω փоճոմωճ иሰо θг ос իбуσኽኄорኻ ቭυթ лኂւиβеքаժо ሿζիйոтвеጲ. ቻኩհեцυյо пыቦюче. . Menerapkan Desain Produk Bidang Kriya Kayu Kriya Kayu Kriya kayu merupakan suatu jenis seni kriya yang dalam pekerjaannya membuat benda selalu menggabungkan antara lain fungsi sekaligus hias dengan menggunakan bahan kayu. 1. Bubut Perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar 2. Ukir Gambar hiasan yang dibentuk dengan cara dipahat untuk mengurangi bagian kayu untuk menimbulkan bentuk cekung dan cembung sehingga membentuk permukaan yang indah. 3. Kerja bangku Adalah segala aktifitas proses produksi yang dikerjakan secara manual, tanpa menggunakan mesin. 4. Raut Adalah usaha mengubah bentuk material kayu dengan mengurangi sebagiannya sehingga tercipta bentuk baru. Produk Kriya Kayu a. Sarung senjata tajam, tongkat dan keperluan lain b. Alat musik seperti rebana, gendang, gitar, dll c. Kursi, almari, dll d. Kereta, gerobak, dll e. Cobek, piring, lesung, dll Fungsi Kriya Kayu Hiasan, benda terapan, dan mainan. Kriya Keramik A. Pengertian Keramik Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikas yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, porselin dan sebagainya. B. Teknik – Teknik Dalam Pembuatan Keramik a. Teknik Pijit Tekan Teknik pijit tekan pinch adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. b. Teknik Lempengan Teknik lempengan slab adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. c. Teknik Pilin Teknik pilin coil adalah teknik pembuatan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilihan tanah. d. Teknik Cetak Teknik pembentukan dengan acual alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dalam jumlah yang banyak, dan waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. e. Teknik Putar Teknik pembentukan badan keramik dengan menggunakan alat putar kaki kickwheel dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris. f. Teknik Cor atau Tuang sliping Pembuatan keramik dengan teknik cetak sangat bervariasi tergantung dengan bentuk yang diinginkan. C. Alat Dan Bahan Alat Ø Kayu bulat atau penggiling Ø Meja putar Ø Tali pemotong Ø Cetakan Ø Pisau pahat Ø Butsir Ø Sudip Ø Tungku pembakaran Bahan Ø Tanah liat atau clay Ø Pasir, umumnya sebagai bahan pengisi Ø Feldspar, sebagai bahan pengikat Ø Kaolin, merupakan tanah liat putih Ø Kuarsa, adalah mineral dari bebatuan beku D. Jenis – Jenis Karya Keramik a. Gerabah b. Porselin c. Genteng d. Guci e. Vas bunga Kriya Tekstil A. Menjelaskan kriya tekstil Karya seni tekstil atau disebut juga dengan kerajinan tekstil adalah kerajinan atau karya seni kriya yang berbahan dasar dari tekstil yang diantaranya adalah seperti kain, benang dan lain sebagainya. B. Jenis – jenis kriya tekstil a. Batik Batik adalah lukisan diatas sebuah kain yang menjadi bahan dasar pembuatannya yang terdiri dari berbagai motif. 1. Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Alat – alat mbuat batik tulis 1. Canting 2. Dingklik/bangku 3. Bandul 4. Taplak 5. Meja kayu 6. Wajan dan kompor 7. Gawangan Bahan-bahan batik tulis 1. Lilin/malam 2. Pewarna batik 3. Kain mori Teknik batik tulis Menggambar pola Menutupi pola gambar dengan lilin malam Siapkan bahan pewarna muda yang ingin di oleskan kepada kain Pelapisan lilin malam Pewarnaan pada kain batik tulis Pelepasan lilin dengan dilumuri bensin Perebusan kain Setrika adalah yang lazim digunkan oleh pembatik tradisional 2. Batik cap Batik cap adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang menggunakan canting cap. Alat dan bahan batik cap Wajan Meja cap Kain mori Canting cap Malan Kompor Cara pembuatan batik cap Sebelum untuk mengecap canting cap ditempelkan pada lembaran kain goni yang telah dipenuhi lelehan cairan lilin malam. Agar cairan lilin tidak banyak yang terangkat dalam permukaan canting cap yang dapat mengakibatkan hasil cap-capan kurang sempurna maka canting cap dikibaskan ke atas wajan Bantalan yang terbuat dari busa dilapisi plastik tebal atau perlak yang selalu dibasahi agar lembab Proses pengecapannya relatif mudah dan sederhana namun perlu ketelitian Untuk memberi tekanan agar motif canting cap menempel pada kain mori secara merata. Perajin sering memukul dengan tangan kirinya b. Tenun Tenun adalah teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Tenun ATBM Merupakan alat untuk melakukan penenunan yang digerakkan oleh manusia Alat dan bahan tenun ATBM Kapas Kepompong ulat sutra Lilin sarang lebah Sekoci Tempat benang kelos Sisir silang/sisir hani Kelos Penamplikan Pemalpalan Undar Pengeredegan Pema letan Proses pembuatan Penyusunan benang Nali atau gosok Penataan motif Proses penenunan Tenun ATM Alat tenun adalah alat atau mesin untuk menenun benang menjadi tekstil kain c. Jahit Pekerjaan menyambung kain bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan – bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang Jahit aplikasi adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan gunting kain pada kain. Alat dan bahan menjahit - Pensil - Alat ukur - Alat potong - Penanda kain - Jarum - Benang jahit - Mesin jahit Tusuk jelujur Tusuk tikam jejak Tusuk planel Tusuk feston Tusuk balut Tusuk batang Tusuk rantai Tusuk silang Jahit perca adalah proses pembuatan suatu produk kerajinan tekstil yang terbuat dari potongan – potongan kain/perca yang diabungkan dengan cara dijahit sesuai rencana. Alat dan bahan jahit perca - Gunting - Jarum jahit mesin - Jarum jahit tangan - Jarum pentul - Peniti - Rottary cutter dan cutting mat - Penggaris - Kain bekas/perca - Kain puring sebagai pelapis - Kain yang agak tebal sebagai motif - Benang jahit Teknik menjahit perca Patchwork Applique Quilting d. Sablon Adalah teknik mencetak dalam berbagai media seperti kaos, kaos plastik, kertas, kaca, kayu dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu berupa screen sablon atau sering juga disebut film sablon Alat dan bahan sablon - Screen - Obat afdruk - Obat penghapus - Pelapis tinta - Rakel - Meja sablon - Gelas - Kaca - Hair dryer atau kipas angin - Desain atau gambar - Catok Teknik sablon Sablon pres Sablon manual Sablon otomatis Sablon digital Sablon polyflex Sablon dye – sublimation Sablon direct – to – garment Desain – desain karya tekstil Yaitu rancangan motif dan corak batik struktur kain maupun permukaan kain dengan teknik titik, garis, bidang, serta warna. Tahap – tahap desain antara lain Ide, motif, warna, teknik, ukuran, step/repeat, joint colour window, dan presentasi Jenis desain tekstil Desain flora, fauna, geometris, abstrak, polkadot, garis, tradisional, paisley dan lain sebagainya. Kriya Kulit Apa itu kriya kulit? adalah suatu ilmu yang mempelajari cara-cara kerja pembuatan benda yang mempunyai nilai fungsional maupun hias dengan menggunakan bahan kulit. Dalam kriya kulit ini yang dimaksud adalah kulit hewan, bukan kulit tumbuhan atau kulit manusia. Seni kerajinan kulit adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. contohnya tas, sepatu, wayang, dan lain-lain. Dalam dunia perkulitan jika dilihat dari sisi bahannya, ada dua kelompok besar antara lain Kulit yang telah mengalami proses pengolahan penyamakan kulit, yang di sebut leather atau kulit jadi kulit persamak . Kulit tersamak ini yang digunakan bahan baku indusri persepatuan dan nonpersepatuan, yang pada umumnya barang-barang terpakai fungsional. Kulit yang belum mengalami pengolahan dengan bahan kimiawi, sehinga masih alami dan merupakan bahan mentah. Kulit ini digunakan dalam seni tatah. Kulit yang masih alami ini dalam dunia perkulitan di kenal dengan sebutan kulit perkamun atau kulit mentah. Jenis-jenis kulit antara lain Kulit kambing Sudah Banyak terdapat di indonesiaa dan di gunakan sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan berukuran 5-10 kaki persegi kira kira 28X28 cm dan hasil samakan nya mengkilat. Kulit domba Kulit domba atau biri- biri bentuknya memanjang dan memiliki aneka warna .banyak digunakan untuk bahan pembuatan hiasan dinding, kerajinan kulit dan sebagainya. Kulit sapi Banyak dibutuhkan pengusaha industri kerajinan. Kepadatan kulitnya menyebab kan kuatnya bahan dan ukurannya lebih besar, tebal dan hasilnya lebih mengkilat , dan demikian harganya mahal. Kulit kerbau Tidak berbeda dengan kulit sapi, hanya agak tebal sedikit, ukurannya juga besar dan harganya juga mahal. Kulit jenis hewan lain Masih banyak bahan kulit lain seperti kulit babi hutan, kulit ular, kulit buaya, kulit harimau, kulit ikan, kulit ayam dan sebagainya. Kulit buatan Kulit yang berserat secara teknis di proses kembali bahan baku yang baru yang berasal dari sisa-sisa tebal kulit atau lapisan luar, lapisan kulit yang dilapiskan, kemudian dicampur dengan bahan yang lain, kemudian diolah menjadi bahan kulit buatan. Struktur Kulit Secara umum, istilah berarti susunan jenis kulit, namun dalam dunia perkulitan yang di maksud struktur kulit adalah kondisi susunan serat kulit yang kosong dan padat, dan bukan mengenai tebal atau tipisnya lembaran kulit. Kulit struktur dapat dibedakan menjadi lima kelompok antara lain Kulit berstruktur baik. Kulit berstruktur baik ini ciri-ciri nya adalah Perbandingan antara berat, tebal dan luasnya seimbang Perbedaan antara bagian craupon, leher, dan perut hanya sedikit, dan bagian –bagian tersebut permukaannya rata. Kulit terasa padat berisi . Kulit berstruktur buntal getdrogen Kulit berstruktur buntal ini ciri-cirinya adalah Kulit nampak tebal, bila di lihat dari perbandingan antara berat dengan luas permukaan kulitnya, Pebedaan tebal antara craupon, leher, dan perut hanya sedikit. Kulit berstruktur cukup baik Kulit berstruktur cukup baik ciri-cirinya adalah Kulit tidak begitu tebal, bila di lihat dari perbandingan antara berat dengan luas permukaan kulit. Kulit berisi dan tebalnya merata. Kulit berstruktur kurang baik Kulit berstruktur kurang baik ini ciri-cirinya adalah Bagian croupon dan perut agak tipis sedangkan bagian lehernya cukup tebal. Peralihan dari bagian kulit yang tebal ke bagian kulit yang tipis, tampak begitu menyolok. Luas bagian perut agak berlebihan, sehinga bagian croupon luasnya berkurang. Kulit berstruktur buruk Kulit berstruktur buruk ini ciri-cirinya adalah Bagian croupon tampak tipis dan kulit tidak berisi, sedangkan kulit bagian perut dan agak leher agak tebal. Pada umumnya berasal dari kulit binatang yang berusia tua, luas coupon agak berkurang dan bagian perut leher. Kriya Logam A. Pengertian Kriya Logam Kriya logam adalah seni kerajinan atau keterampilan untuk membuat sesuatu menjadi barang- barang yang memiliki nilai guna dengan menggunakan logam sebagai medianya. Adapun karya yang dihasilkan dapat berupa karya 2 dimensi lukisan logam, ataupun 3 dimensi patung logam. 1. Media Logam, media logam yang biasa digunakan dalam pembuatan karya-karya kriya logam menggunakan media almunium,kuningan, dan tembaga. 2. Teknik-teknik, adapun teknik-teknik yang biasa dipakai pada kriya logam yaitu dengan teknik Ketok, las, cor, dan patri. B. Bahan Dan Alat Pembuatan Kriya Logam Dalam pembuatan karya seni kriya logam diperlukan alat dan bahan sesuai dengan hasil karya yang diinginkan yaitu karya kriya logam dua dimensi atau karya kriya logam tiga dimensi. Berikut alat dan bahan sesuai dengan karya yang dihasilkan a Dua dimensi 1. Lembaran bahan logam seperti alumunium, kuningan, tembaga, perak, dsb. 2. Ballpoint yang sudah tidak terpakai habis tintanya. 3. Kertas untuk menggambar sketsa kriya logam yang akan dibuat. b Tiga Dimensi Teknik Pencetakan/Pengecoran 1. Bahan logam seperti alumunium, kuningan, tembaga, perak, dsb. 2. Catakan lelehan logam untuk membuat pola/bentuk dasar dari bahan lilin dan tanah liat. 3. Tungku pembakaran. 4. Alat ukir logam. 5. Alat untuk menghaluskan logam. Teknik Penempaan 1. Alat tempa logam seperti palu 2. tungku pembakaran. 3. Sarung tangan 4. Alat untuk menghaluskan logam. C. Prosedur Pembuatan Kriya Logam Prosedur dalam pembuatan kriya logam diperlukan prosedur yang berbeda antara kriya logam dua dimensi dan tiga dimensi tergantung dari hasil seni kriya logam yang diinginkan. Berikut cara/prosedur pembuatan kriya logam a Dua dimensi 1. Membuat gambar desain pada kertas HVS A4 2. Gambar desain yang telah jadi ditempel pada permukaan bahan logam yang dipakai misalnya almunium. 3. Proses pembuatan sketsa pada media kriya logam seperti almunium menggunakan ballpoint bekas, dengan cara menekan mengikuti garis kontur pada desain gambar yang dibuat. 4. Setelah gambar tersebut terbentuk pada permukaan almunium, kertas dicabut, kemudian pada permukaan almunium bag bawah dialasi dengan anduk kecil / busa , bag. atas ditekan-tekan sehinga objek gambar terbentuk menonjol keluar seperti relief. b Tiga dimensi Teknik Pencetakan/Pengecoran 1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan di butuhkan untuk teknik pencetakan/pengecoran. 2. Lalu membuat cetakan dasar dari bahan yang tidak mingikat logam sperti lilin yang telah di bentuk sesuai dengan bentuk yang akan di buat lalu cetakan lilin dibungkus/dilumuri tanah liat agar cairan logam tidak keluar dari cetakan lilin. 3. Membakar bahan logam almunium,kuningan, dan tembaga di dalam tungku pembakaran hingga bahan logam tersebut meleleh. 4. Setelah bahan logam telah menjadi cair, lalu cairan logam tersebut di tuangkan dalam cetakan dasar yang telah di buat sebelumnya. 5. Setelah cairan dalam cetakan telah mengeras/padat maka bahan logam tersebut dapat dikeluarkan dari cetakan untuk dikeringkan. 6. Setelah bahan logam tersebut telah berbentuk seperti bentuk yang diinginkan maka bahan logam tersebut di haluskan agar bentuk dan permukaanya tampak halus. Teknik Penempaan 1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan di butuhkan untuk teknik penempaan. 2. kemudian tentukan bentuk karya yang akan di buat. 3. Lau gunakan bahan logam yang sesuai dengan bentuk yang diinginkan. 4. Setelah itu masukan bahan logam kedalam tungku pembakaran kemudian lakukan tehkink penempaan yaitu dengan memukul bahan logam yang panas akibat di bakar dalam tungku pembakaran dengan palu sesuai dengan bentuk yang diinginkan. 5. Tahap akhir, jika telah selesai lakukan penghalusan pada pada permukaan hasil kriya logam tersebut. D. Hasil Karya Pembuatan Kriya Logam 1 Seni Kerajinan Uang Kepeng Seni merangkai uang logam dari Bali merupakan salah satu kekayaan seni budaya Nusantara yang sangat khas dan unik. Seni kerajinan uang logam tersebut mulai dari pembuatan uang kepeng sampai seni merangkai uang kepeng menjadi berbagai bentuk kerajinan telah berlangsung berabad-abad lamanya di Bali. 2 Seni Kerajinan Patung Buddha Patung Buddha adalah seni kriya dari logam dengan bentuk dan motif yang menyerupai karya seni peninggalan jaman kerajaan Budha, seperti patung Ganesha, patung Budha dan berbagai bentuk patung lainnya. Berbagai barang kerajinan dari logam itu dipasarkan ke berbagai kota di tanah air serta sebagian lagi diekspor keluar Negeri. Berikut gambarnya 3 Seni Kerajinan Pisau Seni kerajinan pisau merupakan kerajinan yang paling banyak di geluti oleh masyarakat di daerah-daerah di Indonesia, dan setiap daerah memiliki ciri kerajinan pisau yang berbeda-beda dari bentuk, relief, ukiran bahan, bahkan cara pembuatannya. Berikut gambar dari kerajinan pisau 4 Seni Kerajinan Vase Bunga Seni kerajinan vase bunga merupakan kerajinan yang biasanya di buat dari kuningan atau tembaga dengan bentuk dan motif yang beragam dengan tingkat kesulitan bervariasi.
Kayu merupakan bahan bangunan yang diperoleh dari hasil penebangan pohon, baik di hutan alam, hutan tanaman industri HTI, maupun tempat-tempat lainnya. Kayu untuk bahan bangunan harus dipilih sedemikian rupa sehingga tidak memiliki cacat-cacat yang dapat membahayakan konstruksi bangunan. Untuk keperluan tersebut, kayu dari sebatang pohon dapat dibagi menjadi 6 bagian, yakni bagian akar, bagian pangkal, bagian tengah, bagian ujung, bagian percabangan, dan bagian cabang dan ranting. Bagian pohon yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan adalah bagian pangkal dan bagian tengah. Bagian pangkal umumnya tidak memiliki cacat bawaan sehingga cukup baik untuk digunakan pada konstruksi bangunan. Bagian tengah kadang-kadang memiliki mata kayu, apabila mata kayunya ≤ 5 cm maka dapat digunakan untuk bahan bangunan. Kayu hasil penebangan pohon yang masih dalam bentuk asli disebut kayu gelondongan log. Panjang kayu log umumnya kurang dari 5 lima meter. Kayu log kemudian ditanggalkan kulitnya atau sebagian besar kayu gubalnya, ada yang berbetuk dolk, ada pula yang berbentuk papasan. Kayu tersebut selanjutnya diangkut ke pabrik penggergajian. Sebelum dilakukan penggergajian, harus dirancang dimensi kayu gergajian yang akan dihasilkan sesuai dengan keadaan kayu teras. Sebab kayu teras mengalami susut lebih kecil dari kayu gubal. Tanpa memperhitungkan susut tersebut, hasil gergajian akan menghasilkan bentuk kurang baik bengkok atau terpuntir. Produksi kayu gergajian lumber yang akan dipakai untuk konstruksi umumnya berbentuk batang kayu segi empat panjang balok dan lembaran kayu pipih segi empat panjang papan. Menurut Ariestadi 2008 untuk menghasilkan produk kayu gergajian yang baik dan efisien terdapat 3 tiga metode penggergajian yang baik berkaitan dengan penyusutan kayu saat pengeringan, yaitu lurus plain sawing, perempat bagianquarter sawing dan penggergajian tipikal typical sawing. Ukuran kayu hasil gergajian yang beredar dalam perdagangan ada banyak macam. Khusus untuk bangunan, ukuran panjang kayu umumnya ± 4,20 meter dan dapat dibuat lebih panjang sesuai kebutuhan/pesanan. Sedangkan ukuran penampang kayu dibuat sesuai dengan penggunaannya pada bangunan, misalnya lis, jalusi, papan, usuk, kuda-kuda, gelagar, dan sebagainya. 6/12 ; 6/10 ; 8/12 ; 10/10 ; 15/15 →disebut balok 2/15 ; 2/20 ; 3/25 ; 3/30 ; 4/40 →disebut papan 4/6 ; 5/7 →disebut usuk atau kaso 2/3 ; 3/4 →disebut reng 1/3 ; 1/4 ; 1/6 →disebut plepet atau lis. Jenis-jenis Kayu Jenis-jenis kayu yang ada di Indonesia cukup banyak. Terdapat sekitar jenis kayu, namun dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil saja yang telah diketahui sifat dan kegunaannya. 100 jenis kayu yang ada dalam perdagangan umum dapat dilihat di sini>>Jenis dan Kelas Kayu di Indonesia Sifat Sifat Fisis Kayu Kayu merupakan bahan bangunan yang banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan maupun kekuatan. Secara umum sifat-sifat kayu dapat dikenali melalui panca indera. Sifat-sifat fisis kayu sebagai bahan bangunan dapat dibedakan atas bau, warna, tekstur, pola serat, kesan raba, berat, kekerasan, kekuatan, kadar air, dan penyusutan kayu. Bau Kayu Bau kayu Frick dkk, 1999 disebabkan oleh zat organik yang terdapat pada kayu. Setiap jenis kayu memiliki bau khas tersendiri, sehingga dapat dibedakan dengan jenis kayu lainnya, seperti asam, agatis/damar, cendana, dan sebagainya. Warna Kayu Warna setiap jenis kayu dipengaruhi oleh lokasi di dalam batang lapisan kayu gubal dan kayu teras, umur pohon, kelembaban udara, dan lamanya penyimpanan. Warna kayu ada beberapa macam, diantaranya putih, coklat, merah, kuning, coklat kemerahan, coklat kehitaman, dan lain-lain. Menurut Frick dkk 1999 warna kayu pada daerah tropis biasanya akan luntur perlahan-lahan apabila terkena sinar matahari ultra violet. Pola Serat Kayu Pola serat kayu adalah sifat-sifat yang ditentukan oleh arah umum sel-sel kayu. Berdasarkan pola seratnya, kayu dapat dibedakan atas 4 jenis Kayu yang memiliki pola serat terpadu/lurus Kayu yang memiliki pola serat berombak Kayu yang memiliki pola serat terpilin Kayu yang memiliki pola serat diagonal Menurut Ariestadi 2008, serat kayu memiliki nilai kekuatan yang berbeda saat menerima beban. Kayu memiliki kekuatan lebih besar saat menerima gaya sejajar dengan serat kayu dan lemah saat menerima beban tegak lurus arah serat kayu. Tekstur Kayu Tekstur kayu adalah ukuran relative sel-sel kayu. Makin besar ukuran sel-sel kayu makin kasar teksturnya, dan sebaliknya makin kecil ukuran sel-sel kayu makin halus teksturnya. Berdasarkan teksturnya, kayu dapat dibedakan atas 3 jenis - Kayu yang memiliki tekstur halus, seperti damar, rasamala, sawo; - Kayu yang memiliki tekstur sedang, seperti mahoni; - Kayu yang memiliki tekstur kasar, seperti kamper, keruing, kelapa. Kesan Raba Permukaan Kayu Kesan raba permukaan kayu tergantung pada tekstur kayu, kadar air serta kadar ekstraktif yang dikandung kayu. Kesan raba permukaan kayu misalnya kasar, halus, licin, dingin, berlemak, dan lain-lain. Berat Kayu Kayu yang memiliki berat lebih besar biasanya lebih kuat dari kayu yang ringan. Berat kayu dikelompokkan berdasarkan berat jenisnya. Berat jenis BJ kayu adalah hasil perbandingan berat dan volume kayu pada keadaan kering dengan satuan g/cm3. BJ kayu sebaiknya ditentukan pada keadaan kayu kering tanur dengan kadar air 0%. Namun, apabila tidak terdapat oven alat pengering maka BJ kayu dapat ditentukan pada keadaan kayu kering udara dengan kadar air antara 15% – 18%. Kelas berat kayu dapat dilihat pada Tabel berikut Kekerasan Kayu Kekerasan kayu mempunyai hubungan langsung dengan berat jenis kayu. Kayu yang berat jenisnya besar biasanya keras, demikian pula sebaliknya kayu yang berat jenisnya kecil atau ringan biasanya tergolong kayu lunak. Berdasarkan kekerasannya, kayu dibedakan atas 4 jenis Kayu sangat keras Kayu keras Kayu kekerasan sedang Kayu lunak Kadar air kayu Kadar air kayu dari pohon hidup dapat mencapai 40% – 200% dari berat kayu kering tanur Frick Heinz, dkk, 1999. Kayu merupakan bahan yang dapat menyerap air dan melepaskannya sesuai keadaan udara disekitarnya hygroscopic, dan dapat mengembang atau menyusut sesuai kandungan air di dalamnya. Menurut Frick dkk 1999 kayu akan melepas atau menyerap air di sekelilingnya sampai banyaknya air di dalam kayu setimbang dengan kadar air udara di sekelilingnya. Kadar air kayu pada keadaan setimbang dengan kadar air udara tersebut dinamakan kadar air kesetimbangan, dan besarnya dinyatakan dalam % terhadap berat kayu kering tanur. Kadar air kayu yang selalu berhubungan dengan perubahan udara cenderung berubah ke arah titik kesetimbangan. Air yang dikandung oleh kayu dibedakan dalam dua macam, yaitu air bebas, yang terdapat dalam rongga-rongga sel dan ruang-ruang antar sel air yang terikat secara kapiler dalam dinding sel. Apabila semua air bebas telah dilepaskan/menguap dan hanya tertinggal air yang terikat saja, maka dikatakan kayu telah mencapai titik jenuh serat fibre saturation point, yang besarnya kira-kira pada keadaan kadar air 30%.Baca JugaMengenal Kayu Sebagai Bahan BangunanSifat-sifat Mekanis Kayu Sebagai Material KonstruksiPenggolongan Dan Klasifikasi Produk Kayu Untuk Konstruksi100 Jenis dan Kelas Kayu yang Ada Dalam Perdagangan Umum di Indonesia Penyusutan kayu Penyusutan kayu Frick Heinz dan Koesmartadi Ch, 1999 terjadi apabila kadar air berkurang/dilepas sampai di bawah titik jenuh serat 30%. Penyusutan kayu dapat terjadi pada 3 tiga arah, yaitu 1. arah sejajar arah serat longitudinal; 2. arah melintang lingkaran tumbuh radial; dan 3. arah lingkaran tumbuh tangensial. Penyusutan arah tangensial lebih besar dari penyusutan arah radial, dan penyusutan arah longitudinal sangat kecil. Besarnya penyusutan untuk masing-masing arah adalah arah longitudinal berkisar antara 0,1% – 0,2% arah radial berkisar antara 2,1% – 8,5% arah tangensial berkisar antara 4,3% – 14%
Salah satu permasalahan di kota Bandung yakni limbah industri. Sebagai contoh limbah kayu dari pabrik gitar Genta. Selama ini penanganan limbah tersebut dengan membuang dan membakar. Hal ini tentu akan berdampak pada permasalahan lingkungan. Sementara limbah tersebut merupakan kayu yang sudah diolah dan jenis kayu yang bagus. Penelitian ini menjawab permasalahan limbah yang tidak bernilai diolah menjadi produk yang bernilai estetis dan ekonomis. Metode yang dilaksanakan melalui metode perancangan produk. Mulai dari survei, analisis, proses desain, workshop, dan evaluasi. Kreatifitas dan desain dibutuhkan dalam mengolah limbah kayu. Luaran yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah prototype produk kriya interior yang siap diproduksi. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata untuk meminimalisir limbah kayu pabrik gitar. Kata Kunci limbah kayu, produk kriya, desain. ABSTRACT One of the permits in Bandung city is industrial waste. For example wasted wood from Genta guitar factory. So far they handling the wasted by throwed and burned, certainly will have an environmental problems, the wasted is processed wood and good wood. This research addresses the problem of worthless waste, processed into products that has aesthetic and economic value. Design that use is through product design methods. Starting from surveys, analysis, design processes, workshops, and evaluations. Creativity and design needed in wood waste processing. Output produced in this research is prototype interior craft products that can be produced. This research is expected to be a real step to minimize the waste of the guitar factory. Keywords wood waste, craft product, design. PENDAHULUAN Salah satu permasalahan yang dihadapi di kota Bandung bahkan mungkin di kota-kota lain juga adalah bertambahnya limbah yang dihasilkan oleh industri. Industri selain menghasilkan produk utama juga akan menghasilkan limbah industri. Hal ini merupakan kelemahan industri dimana belum dapat memanfaatkan limbah tersebut. Umumnya yang sering dilakukan hanya membuang atau membakar limbah tersebut. Begitupula yang terjadi pada salah satu industri yang berada di kota Bandung yakni pabrik gitar GENTA. Pabrik gitar GENTA berdiri sejak tahun 1959 berlokasi di Bandung dan hingga saat ini masih memproduksi berbagai bentuk gitar akustik maupun listrik. Produknya sudah menembus hingga pasar luar negeri. Dan beberapa musisi terkenal baik dari dalam maupun luar negeri juga sudah mengenal serta memakai gitar buatan Bandung ini. Walaupun buatan lokal akan tetapi produk gitar ini tetap memperhatikan kualitasnya. Hal ini dibuktikan dengan pemakaian material kayu yang sangat berkualitas seperti kayu Mahoni dan Rose wood Sonokeling. Dalam setiap kali proses produksi gitar selalu menyisakan limbah kayu. Limbah kayu sisa pembuatan gitar berupa potongan-potongan kayu dan papan. Hingga saat ini limbah tersebut hanya dibuang dan dibakar, secara praktis limbah kayu belum dimanfaatkan menjadi produk daur ulang. Sementara isu lingkungan hidup terus didengungkan khususnya berkaitan dengan program untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dari industri. Untuk itu perlu langkah nyata sebagai solusi atas permasalahan itu. Program Studi Desain Interior Sekolah Tinggi Desain Indonesia STDI, saat ini memiliki kurikulum yang berkaitan dengan studi produk desain interior. Nama mata kuliahnya yakni Desain Produk Interior. Studi ini memungkinkan mahasiswa desain interior untuk mengembangkan produk interior melalui berbagai material, seperti limbah kayu. Oleh karena itu, peneliti beranggapan bahwa studi desain interior dapat menjadi Agus Dody Purnomo Program Studi Desain Interior - STDI, Bandung Email adp_enggar ABSTRAK Perancangan Produk Kriya Interior Berbahan Limbah Kayu Pabrik Gitar Di Ujung Berung Bandung DIMENSI INTERIOR, VOL. 17, NO. 1, FEBRUARI 2019 47-52 DOI 1693-3532 Cetak / ISSN 2541-416X Onlinesolusi ringkas bagi persoalan daur ulang limbah khususnya pada limbah kayu pabrik Genta. Selain itu melalui keilmuwan desain mampu menambahkan nilai lebih pada limbah kayu yang dijadikan objek penelitian. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode perancangan desain yang meliputi tahapan sebagai berikut diawali dengan survei lapangan yang bertempat di pabrik gitar PT. GENTA TRIKARYA, Ujung Berung, Bandung. Survei dimaksudkan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang limbah kayu mulai dari jenis, ukuran, bentuk, dan karakteristik kayu. Dari survei awal diperoleh beberapa sampel limbah kayu untuk dipakai sebagai data awal. Teknik pengumpulan data juga dilakukan melalui studi literatur / tinjauan pustaka pada beberapa artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan kajian limbah kayu untuk dikembangkan menjadi produk desain. Upaya lain yang dilakukan antaralain browsing internet, koran, majalah, dan sebagainya. Data yang sudah didapat kemudian dianalisis dan dikelompokan berdasarkan jenis kayu dan ukurannya. Umumnya limbah kayu berupa potongan-potongan kayu yang sudah mengalami proses penyerutan sehingga terlihat tekstur kayunya. Selain itu kayu-kayu tersebut juga sudah diproses menggunakan peralatan vacuum dryer guna mengurangi kadar airnya. Langkah berikutnya yakni brainstorming dengan partisipan. Partisipan adalah para mahasiswa yang menempuh mata kuliah Produk Desain Interior II. Hal ini sangat memudahkan dalam proses pencarian dan eksplorasi ide desain. Eksplorasi ide dengan pembuatan sketsa awal produk secara manual. Sebelumnya mahasiswa diberi wawasan tentang limbah kayu berikut produk desain yang memungkinkan untuk dibuat. Konsep desain diarahkan kepada produk kriya interior yakni produk sebagai unsur pendukung dalam suatu interior, misalnya lampu meja, perlengkapan meja makan, dan sebagainya. Produk yang fungsional sekaligus estetis dalam tampilan visual dengan tetap mempertahankan karakter material kayu. Kegiatan workshop dilakukan di studio STDI. Masing-masing mahasiswa membuat alternatif desain. Prototype berupa sketsa produk kriya interior baik secara manual maupun digital. Gambar sketsa desain dilengkapi dengan gambar teknik/gambar kerja baik notasi ukuran dan finishing produknya. Sedangkan untuk workshop produksi terkendala karena tidak adanya peralatan bengkel kerja. Dari beberapa desain awal dipilih dua alternatif untuk dikembangkan. Tahap terakhir yakni evaluasi dan penyusunan laporan penelitian. Evaluasi berkaitan dengan proses perancangan, sarana prasarana yang tersedia, dan hasil kegiatan. Kegiatan ini juga merupakan langkah awal perkuliahan Produk Desain Interior II yang dikaitkan dengan kegiatan penelitian. Penelitian dengan mengangkat persoalan nyata yang ada di masyarakat tentang penanganan limbah kayu. Hasil evaluasi merekomendasikan agar kegiatan ini terus dikembangkan ke tahap berikutnya untuk memproduksi prototype-nya. Skema metode perancangan seperti di bawah ini Gambar 1. Skema Metode Perancangan KAJIAN TEORITIS Desain Interior dan isu lingkungan Saat ini pemanasan global tidak lagi menjadi sebuah wacana namun sudah benar-benar dirasakan di seluruh dunia. Isu lingkungan selalu mewarnai dalam setiap pembahasan pada semua bidang termasuk didalamnya adalah bidang profesi desain. Salah satu faktor penyebab terjadinya pemanasan global adalah bertambahnya jumlah limbah yang dihasilkan oleh industri. Dalam perkembangan bidang desain, isu-isu’ tersebut menjadi perhatian besar sehingga memunculkan istilah baru dalam kajian desain antaralain Green Design, Eco Design, Desain Ramah Lingkungan, Desain Daur Ulang, dan lain sebagainya, yang intinya desain diharapkan mampu menjadi solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Hal ini juga menjadi pertimbangan bagi desainer dalam berkarya. Sebagai contoh dalam penilaian kompetensi profesi desainer interior, kepedulian terhadap isu lingkungan menjadi poin penilaian. Pada unit kompetensi etika profesi, seorang desainer dituntut untuk melaksanakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, antaralain menghormati dan menjaga kelestarian budaya, memperhatikan dampak penggunaan produk pada lingkungan, memperhatikan kesehatan pengguna ruang, dan menyadari keterbatasan sumber alam yang digunakan Pedoman Sertifikasi Keahlian Desainer Interior, 2005 hal. 12. Dalam Musyawarah Nasional Munas XI Himpunan Desainer Interior Indonesia HDII tahun 2008, Solichin Gunawan selaku Dewan Kode Etik HDII, mengingatkan kembali dalam kata sambutannya, bahwa memasuki abad 21 isu lingkungan menjadi sangat penting akibat eksploitasi lingkungan secara habis-habisan. Maka dibutuhkan kepekaan para desainer interior dalam menjalankan pelayanan jasa profesinya yang dilandasi oleh komitmen dan etika profesionalnya untuk bertanggung jawab bagi kehidupan manusia dan budaya jamannya dengan menghasilkan karya-karya desain yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan hidupnya Buku Sebelas Munas HDII, 2008 hal. viii. Berkaitan dengan kajian penelitian ini diharapkan mampu menjawab permasalahan lingkungan dengan cara DIMENSI INTERIOR, VOL. 17, NO. 1, FEBRUARI 2019 47-52 mengurangi atau memanfaatkan limbah industri untuk memenuhi kebutuhan desain interior di masyarakat. Produk Kriya Interior Berbahan Kayu Desain interior adalah karya seni yang mengungkapkan dengan jelas dan tepat tata kehidupan manusia dari suatu masa melalui media ruang. Ruang yang dibatasi oleh adanya lantai, dinding partisi, dan langit-langit sebagai pembentuk ruangan Suptandar, 1999 Dalam kehidupan masyarakat modern, tuntutan kebutuhan akan lingkungan yang mendukung aktifitasnya cukup tinggi dimana hampir seluruh aktifitas dilakukan di dalam ruangan. Untuk itu desain interior tidak hanya dituntut untuk memenuhi secara fungsional saja namun juga dibuat sedemikian rupa sehingga kebutuhan fisik dan spiritual penghuninya terpenuhi. Selain adanya unsur pembentuk ruangan lantai, dinding, dan langit-langit unsur pendukung dalam desain interior juga diperlukan, misalnya unsur-unsur pengisi ruangan yakni furniture dan elemen estetis lainnya. Produk kriya interior dapat dimanfaatkan sebagai elemen estetis. Untuk itu dirancang tidak hanya sebagai pajangan ruangan tetapi juga fungsional. Hingga saat ini produk kriya interior berbahan kayu masih diminati masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri. Dimana material kayu memiliki daya tarik dan keunikan teksturnya. Bahkan material kayu dari Indonesia sangat beragam. Menurut Balai Penelitian Hasil Hutan, di Indonesia terdapat sekitar 4000 jenis kayu. Perkiraan ini didasarkan kepada material herbarium yang sudah dikumpulkan dari berbagai wilayah hutan di Indonesia yang jumlahnya mendekati 4000 jenis pohon dengan diameter 40 cm ke atas Martawijaya, 20051. Ini menunjukan bagaimana kekayaan dan keanekaragaman material kayu yang ada di Indonesia. Mengingat pangsa pasar produk kriya berbahan kayu masih tinggi maka perlu kreatifitas dan inovasi dalam mengolah kayu limbah industri. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari kegiatan survei lapangan bertempat di pabrik gitar Genta mendapatkan data tentang bahan baku kayu yang dipakai. Kayu yang dipakai sebagai bahan utama pembuatan gitar antaralain 1. Kayu Rose wood / Sonokeling atau nama botaninya Dalbergia latifolia Roxb, famili Papilionaceae. Ciri umum memiliki warna coklat- ungu tua dengan garis-garis berwarna lebih tua sampai hitam, kayu gubal berwarna putih. Tekstur kayu hampir halus dan arah serat berpadu. Permukaan kayu agak mengkilap. Gambar 2. Limbah Kayu Rose wood / Sonokeling. Sumber Dokumentasi penulis 2018 2. Kayu Mahoni atau nama Botaninya Swietenia spp famili Meliaceae. Ciri umum kayu berwarna coklat muda kemerah-merahan atau kekuning-kuningan sampai coklat tua kemerah-merahan, lambat laun menjad tua. Tekstur agak halus. Arah serat berpadu, kadang-kadang bergelombang. Permukaan kayu mengkilap. Gambar 3. Limbah Kayu Mahoni Sumber Dokumentasi penulis 2018 3. Kayu Trembesi atau nama Botaninya Samanea saman. Warna permukaan kayu bagian teras berwarna gelap sedangkan bagian gubal berwarna putih sangat kontras. Tekstur agak halus dan permukaan kayu agak mengkilap. Gambar 4. Limbah Kayu Trembesi Sumber Dokumentasi penulis 2018 Berdasarkan data di lapangan, limbah kayu tersebut berupa potongan-potongan dengan ukuran yang berbeda. Purnomo Perancangan Produk Kriya Interior Berbahan Limbah KayuSeperti pada tabel di bawah ini dikelompokan berdasarkan jenis kayu dan ukurannya Tabel 1. Jenis dan ukuran limbah kayu Kayu Trembesi dan Sonokeling Dari sampel limbah kayu tersebut dibuat menjadi beberapa alternatif desain produk kriya interior. Dalam prosesnya tetap berpatokan pada tiga hal, yakni produk yang fungsional, karakter tekstur kayu dipertahankan, dan ukuran disesuaikan dengan bahan yang ada. Desain yang pertama gambar 5 dan 6 adalah jam meja dan vas bunga berbahan kayu Trembesi dipadu dengan Mahoni pada desain alternatif satu. Sedangkan pada desain alternatif dua berbahan kayu Sonokeling dan Mahoni. Finishing clear doff. Untuk bahan vas dipilih material yang clean yakni acrilyc. Gambar 5. Desain jam dan vas bunga alternatif satu Sumber Dokumentasi penulis 2018 Gambar 6. Desain jam dan vas bunga alternatif dua Sumber Dokumentasi penulis 2018 Karya desain berikutnya gambar 7 dan 8 berupa wadah untuk gelas minuman mineral yang dilengkapi dengan kotak kertas tisu serta tempat penyimpanan sendok dan garpu. Satu tempat dengan multifungsi. Berawal dari pengamatan partisipan tentang beberapa peralatan yang terpisah-pisah wadahnya. Dengan pertimbangan efisiensi berusaha untuk disatukan dalam satu tempat. Gambar 7. Desain tempat sajian/wadah alternatif satu Sumber Dokumentasi penulis 2018 Gambar 8. Desain tempat sajian/wadah alternatif dua Sumber Dokumentasi penulis 2018 Kedua desain berbahan potongan papan limbah kayu Mahoni dengan tebal kayu 0,5 cm. Kayu Mahoni dipadukan dengan kayu Sonokeling sehingga terlihat kontras warna tekstur kayunya sedangkan untuk finishing clear doff. Dan desain terakhir gambar 9 dan 10 berupa lampu meja yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan alat tulis. Ide desain berasal dari bagian bawah gagang keris. Kemudian dikembangkan dengan bentuk yang lebih modern dengan menghilangkan dekorasi/ornamentik. Dibentuk lebih simpel dan sederhana namun tetap memperlihatkan tekstur kayu. DIMENSI INTERIOR, VOL. 17, NO. 1, FEBRUARI 2019 47-52 Gambar 9. Desain lampu meja alternatif satu Sumber Dokumentasi penulis 2018 Gambar 10. Desain lampu meja alternatif dua Sumber Dokumentasi penulis 2018 SIMPULAN Material kayu limbah pabrik gitar Genta masih memungkinkan untuk diolah menjadi produk kriya interior lainnya. Material limbah yang awalnya hanya dibuang namun bisa dibuat produk yang fungsional dan tentunya mempunyai nilai ekonomis. Hal ini bisa jadi sebagai solusi untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dari industri. Perkuliahan pada program studi Desain Interior selain sebagai kegiatan belajar mengajar, dapat juga dijadikan kegiatan penelitian yang mengangkat permasalahan nyata ada di masyarakat. Sedangkan solusi pemecahan masalah melalui proses desain. REFERENSI [1] Lawson, Bryan. 2007. Bagaimana Cara Berpikir Desainer How Designers Think. Yogyakarta Jalasutra. [2] Martawijaya, Abdurahim. 2005. Atlas Kayu Indonesia, jilid I. Bogor Departemen Kehutanan Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. [3] Suptandar, J. Pamudji. 1999. Desain Interior- Pengantar Merencana Interior untuk Mahasiswa Disain dan Arsitektur. Jakarta Djambatan. [4] Tim Penyusun. 2005. Pedoman Sertifikasi Keahlian Desainer Interior. Jakarta Himpunan Desainer Interior Indonesia HDII. [5] _______________. 2008. Buku Sebelas Munas HDII 4-5 November 2008. Jakarta Himpunan Desain Interior Indonesia HDII. Purnomo Perancangan Produk Kriya Interior Berbahan Limbah Kayu
kayu merupakan bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan produk kriya